Sabtu, 26 Desember 2009

Penerjemah Naskah Kuno Sunda Langka

Sabtu, 13 Juni 2009 22:27 WIB
BANDUNG, KOMPAS.com--Sebanyak 143 naskah kuno Sejarah kerajaan Sunda Padjajaran dan Siliwangi di Jawa Barat, baru sekitar 43 Naskah yang sudah diterjemahan kedalam Bahasa Indonesia.

Kepala Museum Sribaduga Jabar Pramaputra, mengatakan itu di Bandung, Sabtu dan menyebutkan, museum Sri Baduga sangat kesulitan mencari sumber daya manusia yang bisa menterjemahkan naskah itu.

"Saat ini di Jawa Barat sudah sangat langka ahli filoloh yang bisa menterjemahkan naskah kuno Jawa Barat." ujarnya.

Selain itu, dalam menterjemahkan naskah kuno perlu waktu yang panjang dan harus hati-hati karena bisa merusak naskah. "Di Meseum Sri Baduga sendiri, dari 143 naskah ada 500 lembar yang harus di terjemahkan dalam bentuk bahasa indonesia," ungkapnya.
Ia menyebutkan, penerjemahan naskah kuno di Jawa Barat dimulai semenjak didirikanya museum Sri Baduga tahun 1980. Namun, selama ini belum semua naskah tersebut bisa diterjemahkan.

"Karena langkanya SDM yang bisa menterjemahkan bahasa kuno yang ada, juga para penerjemah yang sudah meninggal dunia, membuat naskah itu belum ramnpung," katanya.
Sementara itu, pihak museum Sri Baduga telah bekerjasama dengan para peneliti dari perguruan tinggi di Jabar. "Selain bekerja sama dengan para peneliti, kami juga mengundang organisasi masyarakat penerjemah dan sastra Bandung untuk menterjemahkan sedikit demi sedikit naskah kuno yang masih tersimpan," paparnya.

Ia menambahkan, Meseum Sri Baduga Jabar sendiri sedikitnya ada sekitar 6506 berbagai macam koleksi dari mulai Prasejarah sampai Sejarah Jabar yang disimpan di museum dan gudangnya.

"Kita juga perlu ada kesadaran masyarakat mengenai benda-benda bersejarah yang ada di museum," katanya.

Karena itu, sekitar bulan Oktober mendatang, ia akan mengadakan sosialisasi dengan cara membuka pameran-pameran keliling se Jabar.

"Museum akan melakukan pameran keliling Jawa Barat untuk mengenalkan dan menaikan angka kunjungan ke museum" katanya.

Ia menerangkan, di Kota Bandung sendiri sedikitnya ada 15 meseum baik yang dikelola Pemerintah Jawa Barat, Kota Bandung maupun Pemerintah Pusat serta TNI/Polri.

"Kegiatan antar museum itu untuk menaikan angka kunjungan wisata dengan target sekitar 90 ribu wisatawan pada tahun 2009 dan 120 ribu pengunjung pada tahun 2010," terangnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar